Kios Kredit > Artikel Terbaru > Pinjaman Dana > Ternyata Begini Ketentuan Pinjaman Syariah Menurut Islam

Ternyata Begini Ketentuan Pinjaman Syariah Menurut Islam

  • Posted by: Master SEO
  • Category: Pinjaman Dana, Tips Keuangan
Pinjaman Syariah

Sistem Pinjaman Syariah sekarang ini telah menjadi sebuah fasilitas dan juga menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dengan memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan. Baik itu untuk kebuthan yang tidak bisa dihindari lagi, ataupun kebutuhan yang bersifat konsumtif, pinjaman jenis ini bisa diandalkan.

Akan tetapi apakah Anda sendiri telah memahami apa itu sistem peminjaman secara syariah? Nah untuk itulah kita akan membahas secara mendalam tentang pengertian pinjaman syariah serta yang memang sesuai dengan syariat Islam. Berikut simak pembahasan untuk Anda:

Pengertian Pinjaman Syariah

Pengertian Pinjaman SyariahSederhananya pinjaman syariah merupakan sebuah proses peminjaman yang sesuai dengan syariat yang telah ditentukan dalam Islam. Pinjaman harus bebas dari riba. Hal tersebutlah yang membuat antara pinjaman syariah serta pinjaman konvensional memiliki perbedaan.

Baca juga: 13 Cara Sukses Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Tepat

Di dalam Islam sendiri telah jelas tuntunan mengenai tata cara bagaimana proses peminjaman, baik itu berupa uang ataupun benda. Islam telah menggariskan jika peminjaman uang ataupun barang tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak saja. Untung serta rugi harus diambil oleh kedua pihak, peminjam dan pemberi pinjaman.

Ketentuan Akad Pinjaman Syariah

Akad Pinjaman SyariahSecara jelas ketentuan dalam proses pinjaman ialah tidak boleh adanya bunga. Tentu hal itu sangat berbeda dengan pinjaman konvensional biasanya yang memang mengambil keuntungan dari bunga. Peminjaman syariah tidak pernah menghalalkan riba serta untuk penggantinya ada tiga prinsip yang diterapkan dalam sistem syariah.

Kemudian yang membedakan lainnya ialah adanya akad murabahah dalam proses pinjaman syariah. Sebagai contohnya, pinjaman syariah muamalat ini ialah, jika Anda ingin membeli sebuah motor dengan harga Rp.18.000.000. Maka, nanti lembaga yang menyediakan jasa pinjaman syariah terlebih dahulu mereka akan membeli motor itu lalu menjualnya lagi

Misalnya mereka menjula seharga Rp.18.800.000. Nah dari selisih harga itulah yang diambil sebagai keuntungan untuk mereka.

Dalam proses pinjaman syariah juga ada akad yang dinamai ‘Ijarah wa iqtna’. Jika kita artikan secara sederhana hal itu merupakan prinsip dari sewa menyewa dimana status kepemilikannya berubah.

Misalnya, apabila Anda memerlukan pinjaman ingin membeli mobil. Maka nanti kantor pinjaman syariah terlebih dahulu akan membeli mobil itu, lallu mereka akan menyewakan kepada Anda. Nah dalam kurun waktu tertentu sebelum sampai Anda bisa membelinya dan juga mengganti kepemilikan mobil itu.

Terakhir, dalam poses peminjaman syariah terdapat ‘akad mutanaqishah’ yang apabila kita artikan merupakan poses peminjaman uang dengan bagi hasil. Untuk contohnya, Anda memberikan modal sebesar 50 persen dari total keselutuhan pembelian sebuah mobil. Lalu, penyedia jasa pinjaman syariah menanggung 50 persen lagi dari sisanya itu.

Nanti Anda dapat membeli kepemilikan 50 persen yang ditanggung lembaga penyedia pinjaman tersebut untuk nanti diubah kepemilikannya menjadi hak Anda.

Kemudian, bagaimana nanti Anda sebagai nasabah tidak bisa melunasi pinjaman tersebut? Prinsipnya dalam pinjaman syariah, resiko seperti ini menjadi tanggung jawab bersama, baik itu oleh Anda ataupun pihak peminjam.

Hal lain yang membuat berbedan antara proses pinjaman syariah dengan pinjaman biasa adalah soal kewajiban mengeluarkan zakat. Dalam proses peminjaman syariah, bagi lembaga penyedia jasa wajib menyisakan keuntungan yang diperoleh sekitar 2.5 persen untuk dizakatkan.

Selain hal itu, pinjaman yang dipinjam oleh Anda akan diwajibkan untuk digunakan hanay dalam urusan atau kebutuhan yang tidak melanggar syariat. Dana harus diperuntukan untuk hal yang halal saja.

Keuntungan-Keuntungan yang Didapatkan

Melakukan pinjaman dana baik itu dari bank syariah ataupun lembaga yang menyediakan pinjaman yang bebasis syariah sudah pasti dijamin halal. Sebab banyak orang memberikan tanggapan mereka akan ketidak-bolehan meminjam uang di bank konvenional. Salah satunya sebab terdapat bunga dalam prose peminjamannya.

Di bank ataupun lembaga yang berbasis syariah, kualitas kehalalan dari dana yang dipinjam telah dijamin. Sehingga nasabah akan merasa ama dari bahaya dosa serta pelanggaran terhadap syariat Islam.

Di bank syariah, Anda juga akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan bank biasa. Fasitas yang ada pada bank syariah pun tidak kalah dengan bank bank ternama lainnya. Dapat kita katakan fasitas bank syariah mempunyai layanan yang memudahkan nasabahnya.

Di bank syariah Anda juga akan mudah untuk bertransaksi, baik itu transfer, membayar tagihan ataupun yang lainnya. Contohnya ialah jika Anda ingin mendapatkan mudahnya dalam pembayaran cicilan, bank syariah juga telah menyediakan fitur internet banking. Mudah bukan.

Tips-Tips Bagaimana Mengajukan Pinjaman Syariah

Cara Mengajukan Pinjaman SyariahJika Anda ingin supaya pengajuan pinjaman dapat diterima, pastikan jika semua persyaratan yang ditentukan telah terpenuhi. Selanjutnya ialah perhatikan tips berikut ini:

1. Pahami terlebih dulu persyaratan serta konsekuensinya

Anda perlu memahami persyaratan pinjaman dengan baik, bagaimana ketentuan tenor pinjaman, ketentuan jatuh tempo dan juga semua biayanya. Jika Anda ingin mngerti lebih lanjut, mintalah simulasi dari perhitungan pinjaman. Coba Anda pahami juga konsekuensi pinjaman apabila ada hal tak diharapkan.

2. Menentukan nilai pinjaman dan siapkan rencana pelunasan

Cobalah dhitung kebutuhan Anda dengan tepat agar Anda bisa mengetahui besaran pinjaman yang diperlukan. Jika Anda telah melakukan hal itu barulah Anda dapat menyiapkan bagaimana rencana pelunasannya. Anda akan tahu bagaimana besaran alokasi cicilan yang dibutuhkan nanti.

3. Bijaksanalah dalam menyikapi uang pinjaman

Walaupun Anda dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman tanpa adanya bunga, hal itu bukan menjadikan Anda dapat sesuka hati menggunakan dan tersebut.  Intinya, apa pun jenis pinjaman yang Anda ambil, alangkah baik jika hanya mengajukan pinjaman saat mendesak saja. Berhutang jangan sampai menjadi kebiasaan.

Baca juga: Apa Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional?

Nah, bagaimana apakah Anda tertarik untuk meggunkan fasilitas pinjaman syariah? Ingat, mengajukan pinjaman itu buka untuk kebutuhan konsuptif ya, hal itu malah akan membebankan Anda saja. Ajukanlah hanya untuk keperluan penting saja. Terimakasih!!

Author: Master SEO
Master SEO (Search Engine Optimization) - Jasa pengoptimalan, pembuatan website, content writer, dan digital martketing Indonesia profesional dan terbaik.