Pinjaman Dana BPKP Mobil > Artikel Terbaru > Uncategorized > Bagaimana Sistem Bagi Hasil Keuntungan Usaha?

Bagaimana Sistem Bagi Hasil Keuntungan Usaha?

  • Posted by: kioskredit
  • Category: Uncategorized

Sistem bagi hasil usaha merupakan bagian penting dari mebangun sebuah bisnis. Ya karna saat kita menanam modal pada suatu usaha bersama orang lain, maka ada peraturan yang harus dibuat. Peraturan itu mencakup banyak hal, baik itu peraturan yang diperuntukkan untuk mengembangkan usaha ataupun pembagaian dividen.

Peraturan ini berguna agar usaha yang Anda tanami modal tersebut mampu bertahan atau bahkan berkembang untuk kedepannya. Nah, dibawah ini akan kita bahas bagaimna cara membagi hasil usaha yang bisa diterapkan dalam bisnis Anda.

Cara Membagi Keuntungan Dari Hasil Usaha

Ada dua hal yang membedakan terkait sistem bagi hasil usaha. Pertama ialah pembagian hasil usaha dimana rekan Anda ikut terlibat dalam pengoprasian usaha serta mendapat gaji setiap bulan. Kedua ialah pembagian hasil usaha sebab rekan Anda menjadi pemodal yang memperolah dividen di akhir bulan.

Khusus untuk bagaimana pola bagi hasil usaha untuk investor ialah pembagian dari dividen. Pembagian dividen biasanya dilakukan di akhir bulan.

Contohnya seperti ini; Nanda, Arif dan Tio bertiga ingin membuka bisnis pakaian. Disini Nanda dan Arif bertugas menjadi orang yang mengoprasikan usaha, sedangkan Tio merupakan pemilik

Rincian modalnya ialah; Nanda menanamkan modal 100 juta, Arif menanamkan modal 100 juta sedangkan Tio menanamkan modal 300 juta rupiah.  Jadi, total keseluruhan modal membuka restoran ialah 500 juta. Maka dirumuskan kepemilikian usaha ialah; Nanda dan Arif mempunyai hak milik usaha sebesar 20 persen dan Tio mempunyai 60 persen dari total asset usaha.

Mereka bersama-sama membuat kesepakatan jika Nanda dan Arif selaku operasional mendapatkan sistem gaji pokok sebasar 5 juta rupiah, sedangkan Tio tidak memeperoleh gaji. Namun yang perlu diingat ialah harus ada biaya untuk modal bulan depan, investasi kedepannya serta biaya iklan. Jangan semua keuntungan bisnis diberikan kepada owner sebagai gaji.

Cara menghitung bagi hasil, misalnya usaha restoran itu mendapatkan keuntungan hingga 500 juta rupiah dikahir tahun. Maka cara membaginya ialah; sebagai investasi tahun depan ialah 300 juta rupiah. Biaya oparesional 100 juta rupiah serta deviden 100 juta rupiah.

Perhitungan sistem bagi hasil usaha ialah; deviden untuk Nanda dan Arif masing-masing mendapatkan 20 persen atau 20 juta rupiah. Sedangkan Tio yang mempunayai kepemilikan 60 persen akan mendapatkan 60 juta rupiah.

Perlu diingat juga, keuntungan yang diperoleh perusahaan jangan diberikan semua sebagai bentuk dividen kepada pemilik usaha. Harus ada biaya untuk mengembangkan bisnis kedepannya, baik itu investasi ataupun biaya operasional.

Nah, kita pun bisa menghitung berapa besaran yang diperoleh selama setahun oleh Nanda, Arif dan Tio. Untuk Nanda pendapatan bulanan selama setahun ialah 5 juta dikali 12 hasilnya 60 juta serta dividen 20 juta. Total pendapatan ikhsan ialah 80 juta dalam setahun.

Adapun pendapatan Tio selama setahun ialah 60 juta dari alokasi dividen 60 persen tersebut.

Kesimpulannya ialah pengelola usaha memperoleh  gaji bulanan serta dividen selama setahun. Sedangkan pemberi modal hanya mendapatkan dividen yang bersarannya bisa dibuat sesuai kesepakatan.

Mengapa Pemilik Modal Mendapat Kompensasi Lebih Besar?

Rumusan yang sebaiknnya diterapkan serta yang menjadi peraturan awal ialah, dalam berinvestasi orang yang memberi modal dengan jumlah tertentu, maka dia merupakan pihak yang menerima kompensasi lebih besar. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor berikut:

·         Hilangnya Kesempatan Berinvestasi di Tempat Lain

Seseorang yang beriventasi dalam usaha tertentu, maka dia kesempatan dia untuk berinvestasi di tempat lain akan hilang. Padahal kemungkinan investasi di tempat lain tersebut bisa memberikan imbalan yang lebih besar.

·         Nilai Mata Uang yang Tidak Stabil

Nilai mata uang itu relative berubah-ubah. Dimana nilai uang sekarang tentu lebih berharga dengan uang di masa depan. Jika Anda menginvestasikan uang ke dalam sebuah usaha, maka uang tersebut tidak Anda miliki secara langsung. Anda tidak dapat memakai uang itu untuk kebutuhan lain apalagi berinvestasi.

·         Resiko Kehilangan Uang

Ya, walaupun saat berinvestasi kerugian harus ditanggung semua pihak terkait, namun resiko selalu ada. Nah resiko inilah yang harus ditutupi oleh pengembalian yang lebih. Sebab jika Anda ingin uang tersebut tidak memiliki resiko, cukup tabung saja.

Memilih Rumusan Sistem Bagi Hasil Usaha

·         Secara Kekeluargaan

System kekeluargaan ialah semua keputusan berdasarkan kerelaan masing-masing pihak terkait. Secara umum tidak ada patokan dalam pengambilan keputusan dalam masalah ini. Namun pembagian yang terbesar biasany akan diberikan kepada pemilik modal yang menanamkan uang mereka.

·         Secara Perhitungan

Sistem ini ialah keputusan pembagaian berdasarkan hitungan apa saja yang telah dikeluarkan oleh pihak-pihak yang terkait. Baik itu dari sisi modal ataupun tenaga. Apabila Anda menanAmkan modal 20 juta dalam sebuah bisnis, maka Anda tahu berapa besaran yang bisa Anda dapatkan sebagai dividen untuk Anda.

Anda dapat menentukan sesuai dengan aturan yang berlaku besaran persen untuk Anda dan untuk rekan kerja Anda. Besaran persen itu akan dihitung sebagai kepemilikan sebuah usaha serta perolehan hasil dari usaha.

Nah, itulah informasi mengenai sistem bagi hasil usaha yang bisa Anda terapkan saat menanamkan modal dengan cara bagi hasil. Ketentuan bagi hasil kuncinya ialah adil ddengan tidak merugikan satu pihak dan menugntungkan pihak lain.

Begitupun tentang resiko dari usaha yang Anda tanami modal, tentu lebih baik kesepakatan yang diambil tanpa merugikan pihak lain. Jangan resiko hanya untuk pengelola saja, sedangkan pemilik modal tidak bersedia menerimanya. Begitulah kerjasama bagi hasil yang menguntungkan.

 

Author: kioskredit